Awalnya, Politisi Partai Gerindra ini datang sebagai pasien umum non bpjs mengikuti prosedur yang ditentukan RSUD yang terletak di Jl Karang Menjangan Surabaya itu. Ketika mengajukan pelayanan MRI, dirinya diminta cek darah terlebih dahulu. Dari hasil uji lab itu kemudian diketahui organ Ginjal bermasalah, lalu dikasih resep dan disuruh menunggu sampai habisnya obat selama 15 hari. “Setelah obat habis, saya datang lagi. Saat meminta layanan MRI, saya disuruh tes darah lagi. Setelah dites darah, ternyata Ginjal saya ini masih harus diobati lagi. Sedangkan disatu sisi, çidera membuat bahu tangan kiri saya semakin mengecil,” urai Satib yang mengaku datang berobat ke RSUD dr Soetomo bisa mendapatkan layanan yang cepat dan lebih baik daripada rumah sakit lainnya.
Melihat pelayanan seperti ini, Satib lalu bertanya-tanya ke sejumlah perawat RSUD Soetomo ini. Ternyata jawabannya sama, bahwa prosedur MRI harus melalui tes darah dulu. Kata para perawat, Persyaratan ini berlaku untuk siapapun. Tidak peduli itu pasien biasa/umum maupun pejabat termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur. “Termasuk non BPJS dan membayar sendiri seperti saya, syaratnya sama tes darah dulu, penjelasan inilah yang membuat saya kaget,” sebutnya.
Merasa tidak yakin dengan jawaban pihak RS, Satib mencoba bertanya ke salah satu koleganya yang kini menjabat Direktur Utama RSUD di provinsi lain. Apakah tes laboratorium itu menjadi syarat sebelum penanganan MRI. “Jawaban direktur RSUD itu, ternyata tidak ada kaitannya Tes Lab dengan MRI. Disitulah saya paham, ternyata tidak ada kaitannya MRI dengan TesLab dan sebagainya, karena MRI itu hanya scan atau memotret saja,” terang Satib.
Setelah mendapat penjelasan dari koleganya itu, Satib bergegas mencoba ke Rumah Sakit Swasta di Surabaya minta pelayanan MRI. “Ternyata betul tidak ada kaitannya sama tes lain,” sahutnya.
Di RS Swasta itu, dirinya Langsung dijadwal dan bisa melakukan MRI tanpa harus melalui syarat tes laboratorium satu hari kemudian. “Saya bahkan coba lagi ke rumah sakit swasta lainnya, ternyata bisa langsung ditangani MRI tanpa prosedur macam-macam yang cenderung mempersulit pelayanan,” tukas Satib.



