Cakrawala SurabayaIndeks

Surabaya Berpotensi Cuaca Buruk, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi

×

Surabaya Berpotensi Cuaca Buruk, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Syamsul Hariadi saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam conferensi pers pada Jumat(03/01/2025)
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Syamsul Hariadi saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam conferensi pers pada Jumat(03/01/2025)

cakrawalanews.co – Dengan adanya peringatan dini cuaca ekstrem, Pemkot Surabaya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengatakan, sejumlah sarana dan prasarana mulai normalisasi box culvert hingga 315 pompa air di 77 lokasi disiagakan untuk mewaspadai hujan lebat yang berpotensi menjadi genangan dan banjir.

“Pompa-pompa kami bisa menyedot 513 meter kubik air per detik untuk dibuang ke laut. Kalaupun ada genangan yang tidak bisa dihindari tidak akan lama. Sebab, Standar Operasional (SOP) yang kami terapkan kalau sudah mendung rumah pompa akan dinyalakan, ketika hujan langsung bisa bekerja untuk menampung dan menyedot air,” terang Syamsul.

Mengingat pentingnya fungsi pompa air dalam penanganan genangan dan banjir di Surabaya, Syamsul mengingatkan masyarakat untuk mendukung kinerja pompa air dengan tidak membuang sampah pada saluran. Sebab, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada pompa air.

“Musuhnya pompa itu sampah, ketika terbelit sampah tidak akan bisa memutar. Itu terjadi di beberapa lokasi rumah pompa kami seperti di Kalisari, dua dari lima pompa harus berhenti beroperasi karena sampah. Masyarakat dihimbau untuk tidak buang sampah di saluran karena itu menyebabkan kerusakan pada pompa,” jelas Syamsul.

Sementara itu, untuk mengatasi banjir rob di wilayah pesisir Surabaya, Syamsul mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiagakan semua pintu air. Sehingga, ketika banjir rob datang tidak sampai masuk ke pemukiman atau rumah-rumah warga.

“Jadi untuk Surabaya InsyaAllah sudah dilengkapi dengan pintu air, ketika hujan datang, air laut pasang adanya banjir rob bisa tertanggulangi. Semua wilayah di Surabaya sudah ada pintu air, kecuali tiga kawasan yaitu Kalianak, Kali Sememi, dan Kali Krembangan yang masih kami persiapkan,” jelas Syamsul.

Tak hanya DSDABM yang bersiaga dalam potensi cuaca ekstrem, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya juga menyiapkan sarana dan prasarana hingga personel untuk melakukan mitigasi apabila diperlukan. Petugas BPBD juga disiagakan pada 11 titik yang rawan mengalami banjir rob di wilayah pesisir.

“Sudah kami siagakan, dari mulai sarpras dan tenaga manusianya. Karena alam ini hebat maka kita juga harus lebih hebat dalam mengantisipasi potensi bencananya,” terang Hebi.

Pihaknya juga terus melakukan update prediksi cuaca dari BMKG untuk disebarluaskan kepada kecamatan hingga kelurahan. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui keadaan cuaca terbaru dan bisa mempertimbangkan apabila akan berkegiatan di luar rumah.

Selama periode cuaca ekstrem, Agus Hebi mengimbau agar masyarakat meminimalisir kegiatan di luar rumah apabila tidak terlalu dibutuhkan.

“Kalau hujan hindari memancing atau berenang di sungai, jangan berteduh di bawah reklame atau bangunan yang mudah runtuh, cek atap rumah karena banyak yang ambrol ketika hujan disertai angin,” imbaunya.

Apabila masyarakat mengalami keadaan kegawatdaruratan, pihaknya juga mengimbau agar segera menghubungi Command Center 112 untuk penanganan lebih lanjut.

Pemkot Surabaya juga memastikan koordinasi antar dinas terus dilakukan dalam mengatasi potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya, menerjunkan 25 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan 30 unit mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penyedotan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *