“Pompa kami mampu menyedot hingga 513 meter kubik air per detik. Jika ada genangan, biasanya tidak akan berlangsung lama,” ujar Syamsul.
Namun, Syamsul menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya ini. Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air karena dapat merusak pompa.
“Musuh utama pompa adalah sampah. Beberapa pompa di lokasi seperti Kalisari terpaksa berhenti beroperasi karena terbelit sampah,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi banjir rob di wilayah pesisir, semua pintu air di Surabaya telah disiagakan. Meski demikian, tiga kawasan—Kalianak, Kali Sememi, dan Kali Krembangan—masih dalam proses penambahan fasilitas.












