“Dulu, masyarakat yang terkena TBC sering merasa malu untuk terbuka. Mereka khawatir menjadi bahan pembicaraan. Tapi, alhamdulillah, dengan pendekatan yang lebih intensif, kini masyarakat mulai memahami pentingnya penanganan TBC ini.
Kami berharap dengan Satgas Desa ini, penanganan TBC di Pesarean bisa lebih efektif,” jelasnya.
Sujono juga menambahkan bahwa hingga saat ini, terdapat 66 kasus TBC di Desa Pesarean. Menurutnya, tantangan utama dalam penanganan TBC meliputi kurangnya wawasan masyarakat dan pencemaran lingkungan.
“Melalui Satgas ini, kami ingin memberikan edukasi yang lebih baik kepada warga agar penanganan TBC bisa berjalan maksimal,” katanya.



