Menyikapi hal tersebut, Rini menyarankan agar permasalahan itu diselesaikan melalui RT/RW setempat. Sebab, persoalan semacam itu hendaknya tidak melangkahi peran RT/RW. “Baru kalau tidak bisa diselesaikan pada skala RT/RW, masalah tersebut dibawa ke tingkat kelurahan maupun kecamatan,” ujarnya.
Kendati sudah “kenyang” mengecap omelan warga, Rini tetap memandangnya sebagai suatu pengabdian terhadap pelayanan publik. Kadang kala, rasa kesal dicaci-maki warga terbayar lunas dengan ucapan terima kasih warga lain yang merasa puas akan pelayanan media center. Bagi penggemar musik rock ini, ada kepuasan tersendiri manakala dia mengetahui persoalan warga sudah terselesaikan. “Setiap persoalan yang selesai menjadi motivasi bagi saya dan rekan-rekan media center untuk terus memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya,” imbuh Rini.
Penggemar kuliner bakso ini masih menyimpan harapan untuk media center agar lebih dikenal masyarakat. Untuk itu, Rini sesekali “turun gunung” menyebarkan leaflet langsung saat kegiatan bakti sosial maupun pertunjukan rakyat (pertura).
Rini menjelaskan, masyarakat dapat mengakses media center dengan berbagai cara. Antara lain, melalui akun twitter @sapawargasby dan facebook: sapawarga kota Surabaya. Di samping itu, ada pula hotline 031-5456290 atau 031-5463435. Sedangkan untuk SMS dan WA (WhatsApp) dapat dilayani di nomor 081230257000.
Permohonan informasi dan keluhan juga dapat dilayangkan via email: mediacenterpemkotsby@gmail.com atau lewat website: surabaya.go.id. Bagi masyarakat yang ingin akses langsung bisa datang ke kantor media center, Jl. Jimerto no. 6-8 Surabaya (satu komplek dengan kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya).(mnhdi/cn02)












