“RS ini sudah bagus dan nyaman, kamarnya (ruang inap) bagus dan nyaman sehingga para tenaga medis harus tetap senyum. InsyaAllah dengan kenyamanan rumah sakit, maka perawat juga bisa tenang, jadi tidak kerasa melihat pasien berjubel,” imbuhnya.
Meski begitu, Wali Kota Eri bersama jajaran RSUD Eka Candrarini tengah menyiapkan kebutuhan operasional keseluruhan rumah sakit tersebut.
“Saya minta dalam minggu ini dibersihkan, nanti mencari tanggal sambil di diskusikan, maksudnya kesiapan perawat lalu di buka,” ujar dia.
Saat dibuka nanti, operasional akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 155 tempat tidur yang disedikan, dari 327 tempat tidur. Namun, untuk layanan Poli atau Klinik beroperasional secara keseluruhan.
“Kita buka bertahap, seperti Poli Jantung dan Syaraf kita buka, lalu akan terus melakukan evaluasi. Tetapi layanan unggulannya adalah untuk perempuan dan anak. Jadi bisa merasa nyaman, tidak bercampur, privasi untuk perempuan dan anak terjaga,” jelasnya.
Terkait penamaan RSUD Eka Candrarini, ia menerangkan bahwa diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti bulan yang paling indah. Sehingga, identik dengan sinar bulan yang indah. Wali Kota Eri pun mendedikasihkannya bagi perempuan dan anak di Kota Pahlawan.











