cakrawalanews.co – Pemerintah Kota Surabaya tengah mewujudkan rencana-rencana strategis disektor infrastruktur. Dan di tahun 2024 ini Pemkot Surabaya tengah fokus menyiapkan sejumlah program prioritas. Selain melanjutkan program yang bersifat intangible, di tahun 2024 Pemkot akan lebih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur.
Dengan fokus pada pengembangan sarana dan prasarana, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memperkuat jaringan transportasi, meningkatkan kualitas ruang publik, dan membangun fasilitas sosial yang memadai. Langkah ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas, mendorong aktivitas ekonomi, serta memperbaiki kualitas hidup warga di kota terbesar kedua di Indonesia ini
Salah satu yang tengah ditangani oleh Pemkot Surabaya adalah pemnangunan infrastruktur jalan baru di kawasan Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. Proyek pembangunan jalan Radial Road ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang selama ini mendera Kawasan tersebut. Mebentang sepanjang 1,9 kilometer jalan yang sekilas menyambungkan antara Citraland dan Supermall Pakuwon ini disebut-sebut sebagai proyek yang mampu mengurai kemacetan dan meningkatkan perekonomian warga.
Namun, beragam tanggapan mengiringi Pembangunan proyek dengan luas sekitar 54.724 meter persegi itu, warga khawatir terhadap dampak lingkungan dan sosial dari beroperasinya jalan yang dibangun diatas lahan dengan rincian 80 persen milik pengembang, dan 20 persen adalah lahan warga yang dibebaskan.
Kawasan Lontar dan Sambikerep dikenal sebagai daerah yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan perumahan dan pusat bisnis di wilayah barat kota Surabaya ini membuat volume kendaraan semakin tinggi, terutama pada jam-jam sibuk (prime time). Jalan-jalan yang ada dianggap tidak lagi mampu menampung peningkatan lalu lintas, sehingga pemerintah daerah merencanakan pembangunan Radial Road sebagai jalur alternatif untuk memperlancar arus kendaraan.
Proyek ini, yang telah dimulai pada awal tahun ini, diproyeksikan akan membuka akses dari wilayah Lontar ke beberapa titik strategis di Surabaya, termasuk pusat kota dan kawasan industri di sekitar. Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, radial road akan dibuat dua jalur. Satu jalur radial road ditargetkan selesai pada akhir bulan September 2024. Sedangkan satu jalur lainnya diproyeksikan pada tahun 2025.
Pengerjaan radial road yang membentang mulai bundaran G-Walk ke arah timur Jalan Lontar hingga Jalan Yono Soewoyo (depan PTC) itu, diharapkan dapat memecah kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.
“Radial road yang akan memecah kemacetan di Lontar. Karena row (ruas) jalannya sekitar 20 meter. Dipotong pedestrian empat meter, jadi lebar jalannya nanti 16 meter dibagi menjadi tiga lajur sehingga satu jalur tapi ada tiga lajur,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
Dampak Pembangunan Bagi Warga Sekitar
Meski di satu sisi dianggap membawa solusi dalam mengatasi kemacetan dan meningkatkan perekonomian, pembangunan radial road Lontar ini juga memicu kekhawatiran dari masyarakat setempat, terutama terkait masalah polusi, kebisingan, dan perubahan tata lingkungan yang mungkin terjadi.












