“Kami sudah siapkan jenis-jeni vegetasi apa saja yang akan digunakan sebagai semacam buffer untuk mengurangi dampak polusi baik polusi suara maupun polusi udara,” tegasnya Ketika dikonfirmasi pada Sabtu (09/11/2024).
Ia pun menambahkan bahwa dalam menentukan vegetasi dirinya juga mengacu pada beberapa aspek. “Semisal vegetasi trembesi untuk udara dan vegetasi tabebuya untuk estetika dan vegetasi kecil lainnya,” ungkapnya.
Namun, ia juga meminta Kerjasama dadri semua pihak untuk juga turut serta dalam menjaga keberlangsungan lingkungan sekitar.
“Jadi kita upaya dan masyarakat juga memiliki andil. Jadi semua itu butuh proses. Jika, penanaman vegetasi kemudian, diminta hasil secara instans kan tidak bisa. Fungsi vegetasi tersebut juga berproses,” pintanya.
Harapan Warga Lontar atas Pembangunan Radial Road
Seiring dengan berjalannya pembangunan, warga Kelurahan Lontar berharap agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang timbul.
Warga berharap selain masalah lingkungan, warga juga meminta ada mitigasi mengenai dampak sosial mengajukan usulan agar dibuat jalur pedestrian dan ruang hijau di sekitar Radial Road untuk mempertahankan karakter alami kawasan mereka.
“Kami ingin, kearifan warga tetap terjaga beriiringan dengan pembagunan dan kami butuh dukungan pemerintah agar budaya dan karakterisitik warga tetap terjaga,” kata Muhamad.
Pembangunan Radial Road adalah cara kota Surabaya menjawab tantangan kota metropolitan. warga berharap kawasan Lontar tetap terjaga kualitas hidup mereka meski harus berdampingan dengan pembangunan-pembangunan yang begitu pesat.
Bagi Pemkot Surabaya, proyek radial road Lontar ini menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlangsungan masyarakat.(cn01)












