“Jika ditemukan hasil pre, middle, dan post-test menurun, akan ada evaluasi. Dicari penyebabnya, apakah faktor dari dalam sekolah atau luar sekolah, dari lingkungan sekolah atau rumah. Selanjutnya akan dilakukan konseling untuk memberikan bimbingan ke siswa,” jelasnya.
Program ini bersumber dari anggaran pribadi Yona Bagus Widayatmoko, bekerja sama dengan CSR salah satu perusahaan swasta di Surabaya dan Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra Surabaya.
“Saya menginisiasi uji coba (trial & error) program Makan Bergizi untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN Kedurus 1 Surabaya sejumlah 258 siswa selama 1 bulan penuh dari tanggal 5 November hingga 29 November 2024,” pungkasnya.(cn03)












