“Tenaga kesehatan di Surabaya melayani skrining. Minimal ada 14 skrining wajib yang harus diterima untuk deteksi dini,” kata dr. Gerryd.
Ke-14 skrining tersebut mencakup hipotiroid, thalasemia, anemia, stroke, serangan jantung, hipertensi, PPOK, TBC, hepatitis, diabetes melitus, kanker paru, payudara, serviks, dan usus.
“Selain itu, ada sekitar 75 skrining yang idealnya dilakukan. Minimal bisa melakukan skrining setahun sekali. Skrining dapat diakses secara gratis di Pustu atau Puskesmas oleh masyarakat Surabaya, sedangkan warga luar Surabaya dikenakan biaya retribusi,” jelasnya.
Untuk menunjang angka harapan hidup, layanan kesehatan di Surabaya tidak hanya tersedia di Puskesmas dan Pustu, tetapi juga didukung oleh layanan kesehatan R1 N1.
“Transformasi ini mendekatkan layanan kepada masyarakat. Warga sangat antusias, angka kunjungan setiap bulan meningkat, baik untuk kasus sakit maupun sehat,” tambah dr. Gerryd.
Dalam sebulan, skrining kesehatan bisa menyasar 500 orang. “Target kami dalam sehari adalah melakukan skrining minimal 10 orang sehat. Informasi ini sangat penting untuk Puskesmas dalam membuat kebijakan kesehatan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(cn03)












