Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kalangan pesantren khususnya di Madura sangat merasakan dampak kepemimpinan Khofifah. Terutama masyarakat Madura yang banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi jawa timur.
“Beliau sudah menggratiskan SPP SMA SMK Negeri di Jawa Timur dan memperhatikan ulama dan masyarakat Madura. Dan yang paling penting beliau mampu untuk memberikan perhatian yang merata, semua beliau rangkul,” katanya.
Ia juga memberikan contoh Ketika Khofifah membantu penyelesaian konflik kelompok masyarakat Syiah di Madura dengan begitu baik sehingga mereka bisa kembali dan diterima masyarakat kembali.
“Sering beliau menyampaikan tentang Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah. Kebijakan Pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan. Dan beliau sudah membuktikan melakukan itu. Banyak program yang dilakanasakan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar KH Muchlis.
“Kita doakan beliau bisa memimpin Jawa Timur di periode ke depan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini tambah banyak ulama Bangkalan. Seperti KH. Makki Nashir Ketua Tanfidhiyah PCNU Bangkalan, KH. Drs. Jazuli Nur Pengasuh PP Nurul Amnah Bangkalan, KH. Muad Makki Pengasuh PP As Shomadiyah Bangakalan, KH. Dimyati M. Faishal (Sekretaris PCNU Bangkalan, KH. Nashih Aschal (PP Syaikhana Muh. Khalil Bangkalan, KH Karror Aschal PP. Syaikhana Muh. Khalil Bangkalan), dan juga KH. Moh. Thayyib (Katib Syuriyah PCNU Bangkalan. Selain ulama dan masyayikh, juga dihadiri ribuan masyarakat Bangkalan. Hadir pula ulama dari Sumenep, Pamekasan dan Sampang. (Caa)












