Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menyebutkan, sepanjang tahun 2023, total omzet yang tercatat di kawasan Kota Lama Kembang Jepun telah mencapai Rp1,013 miliar. “Kembang Jepun tidak hanya menjadi pusat ekonomi baru, tapi juga simbol keberagaman dan semangat toleransi di kota ini,” kata dia.
Menurut dia, revitalisasi Kota Lama adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Surabaya menjadi kota yang maju di mata dunia, humanis, dan berkelanjutan. Ia berharap, revitalisasi kawasan Kota Lama tidak hanya sekadar membangun secara fisik. Akan tetapi, juga diimbangi dengan membangun nilai-nilai budaya dan gotong-royong.

”Kita ingin menghidupkan kembali suasana tempo dulu di kawasan Kota Lama dengan cara mengoptimalkan fungsi bangunan cagar budaya di kawasan tersebut,” bebernya.
Selain kawasan Kota Lama, Pemkot Surabaya secara progresif juga merevitalisasi Sentra Ikan Romokalisari menjadi destinasi wisata kuliner dan pemasaran ikan yang melibatkan ratusan warga kurang mampu. Mereka diberi kesempatan untuk membuka stan kuliner hingga menjadi pengelola destinasi wisata Romokalisari Adventure Land.
Pada tahun 2023, Wali Kota Eri menuturkan bahwa Romokalisari Adventure Land Surabaya telah menarik sebanyak 93.141 wisatawan. “Ini adalah contoh konkret bagaimana pariwisata bisa memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi lokal,” katanya.
Di samping Romokalisari Adventure Land, salah satu destinasi wisata terbaru lain di Kota Surabaya adalah Kebun Raya Mangrove (KRM). Diresmikan Wali Kota Eri pada 26 Juli 2023, kawasan ini menggabungkan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah dengan total luas mencapai 27 hektar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, Kebun Raya Mangrove menjadi tempat pelestarian lingkungan sekaligus wisata edukasi. Pihaknya mencatat, di kawasan ini terdapat 57 spesies mangrove yang mewakili 36 persen dari total spesies mangrove di Indonesia.
“Kebun Raya Mangrove Surabaya memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan memberikan ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove,” jelas Antiek.
Di kawasan ini, Antiek mengungkapkan bahwa pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas. Mulai dari jogging track, wisata perahu hingga area UMKM. “Selain itu, terdapat pula program penanaman dan pembibitan mangrove untuk membantu pencegahan abrasi,” tambah Antiek.



