“Seperti Puskesmas Ngagel Rejo yang sudah mulai mengadopsi teknologi informasi dalam memberi layanan kepada semua pasien. Ini yang patut dicontoh puskesmas lain,” katanya.
Ia mengaku terkesan dengan pemanfaatan layanan daring untuk antrean pasien, yang diterapkan Puskesmas Ngagel Rejo. Dalam layanan ini, lanjut dia, setiap pasien yang datang akan di-entry datanya, sehingga masuk database. Kemudian mereka langsung menerima kartu antrean yang tertera dalam layar.
“Mereka akan dipanggil seperti saat antre di bank,” ujarnya.
Layanan antrean untuk pasien ini telah memberi kenyamanan pada pasien. Mereka yang mendaftar awal, tidak akan belakangan dilayani karena tertera di layar dan terekam nomor antreannya. Setiap hari rata-rata tercatat ada 200 kunjungan pasien. (CN1)













