Pakde Karwo menuturkan, terkait dengan pengendalian pertumbuhan penduduk, perlu dilakukan upaya efektif dan pendekatan persuasif. Misalnya, dengan memberikan bantuan modal untuk kelompok keluarga berencana sehingga pasangan usia subur terlibat dalam ekonomi produktif. “Upaya itu (bantuan modal, red) lebih penting daripada diberikan bantuan alat kontrasepsi. Jika dibiarkan menganggur akan sulit mengendalikan kelahirannya,” jelas Pakde.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS per Maret 2017, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jatim mencapai 0,590, sedangkan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) mampu ditekan hingga menyentuh angka 1,94 persen. “Perempuan Jawa Timur sudah sadar, mereka membuat perencanaan kelahiran sendiri,” tandasnya.



