Cakrawala DemokrasiCakrawala PemiluIndeksOpiniPilihan Redaksi

Jika Pilkada Surabaya Hanya Satu Calon, Pengamat Sebut Demokrasi Politik Terancam Mati

×

Jika Pilkada Surabaya Hanya Satu Calon, Pengamat Sebut Demokrasi Politik Terancam Mati

Sebarkan artikel ini

Padahal, pada era desentralisasi demokratis ini kata Lasiono, pemilu di tingkat daerah menjadi komponen penting. Demokrasi lokal akan mempengaruhi kehidupan politik suatu pemerintahan daerah dan pusat. Nantinya, pemerintah pusat akan mendistribusikan sebagian kekuasaan ke tingkat daerah untuk dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Sementara realitas politik di Kota Surabaya. Partai dan elit partai politik cenderung mengekor ke satu calon. Mereka hanya manjalankan demokrasi prosedural. Tapi tidak menyentuh subtansi demokrasi itu sendiri.

“Hal ini dibuktikan dengan, yang mana sampai hari ini belum ada yang berani partai politik dan elit partai politik mendeklarasikan calon di luar petahana Eri Cahyadi. Masyarakat tidak diberikan pilihan calon yang lain. Maka demokrasi politik di Kota Surabaya terancam mati,” ujarnya.

“Padahal Kota sebesar Kota Surabaya masih banyak pemuda dan tokoh masyarakat berpotensi yang mampu mengemban amanah masyarakat Kota Surabaya,” tegasnya.

Ketiga, kata alumnus S-2 Universitas Wijaya Kusuma ini menilai, Kota Surabaya gudangnya pemuda dan tokoh masyarakat yang punya potensi dan peluang untuk menciptakan perubahan positif yang lebih baik bagi Kota Surabaya ke depan.

Dengan semangat kepemudaan yang tinggi, prinsip keadilan dan komitmen untuk kebaikan bersama. Dan sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan masa depan masyarakat kota surabaya yang lebih baik.

“Akan tetapi sampai hari ini mereka tidak muncul atau memang tidak dimunculkan oleh partai-partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pileg 2024,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *