Berita UtamaCakrawala NasionalCakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaIndeksPilihan Redaksi

Peringati Peristiwa Kudatuli 1996, Kader PDIP Surabaya Tabur Bunga di Makam Ir. Sutjipto dan Tokoh PDI Promeg

×

Peringati Peristiwa Kudatuli 1996, Kader PDIP Surabaya Tabur Bunga di Makam Ir. Sutjipto dan Tokoh PDI Promeg

Sebarkan artikel ini

Pengambilalihan kekuasaan PDI itu ditandai dengan digelarnya kongres ilegal di Medan, Juni 1996, yang dilakukan Soerjadi, Fatimah Ahmad, Buttu Hatapua, dkk, yang disokong rezim Orde Baru. Berpuncak pada penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro pada Sabtu 27 Juli 1996 subuh.

Para pendukung Megawati Soekarnoputri yang berada di kantor tersebut diserbu orang-orang berseragam yang diklaim sebagai pendukung kubu Soerjadi. Hasil penyelidikan Komnas HAM menyebut ada lima orang tewas, 149 orang luka, dan 23 orang hilang dalam insiden kelam di era Orde Baru tersebut.

Ziarah dan tabur bunga oleh para kader banteng Surabaya dilakukan di makam Sekjen DPP PDIP (2000-2005) Ir. Sutjipto dan istri, Ir. Sudjamik. Juga di makam almarhum L. Soepomo, di makam advokat pembela PDI Pro Megawati, Trimoelja D. Soerjadi, SH, dan Ketua DPC PDIP Surabaya (2010-2020), Whisnu Sakti Buana.

“Kongres PDI Soerjadi di Medan dan kerusuhan 27 Juli 1996 direspon oleh gelombang perlawanan hebat diberbagai kota dari massa akar rumput PDI Pro Megawati. Di Surabaya, dipusatkan di Posko Pandegiling, dipimpin Pak Tjip (Ir. Sutjipto). Salah satu tokoh penggeraknya Pak Soepomo,” kata Adi Sutarwijono.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Eri Cahyadi, yang juga Walikota Surabaya, mengajak para kader banteng untuk meneladani kegigihan dan keberanian para pejuang PDI Perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *