Acara yang rencananya diikuti sekitar 5000 peserta ini juga merupakan peringatan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia bukan semata-mata pemberian dari Jepang. Namun, merupakan perjuangan dari arek-arek Suroboyo.
“Kami mendapat bantuan 10 kendaraan tempur dari 084 Baskara Jaya, serta komunitas pecinta sejarah yang datang dari Kota Bandung juga membawa tank jenis dino bekas penjajah yang telah direkondisi. Selain itu, akan ada iring-iringan laskar sepeda kuno, dan mobil kuno. Dan untuk membakar semangat para peserta pawai, akan diiringi musik dari pasukan drum band,” imbuh Herry.
Wiwik Widayati menambahkan, sekitar satu jam sebelumnya akses menuju Tugu Pahlawan -Jalan Gemblongan – Jalan Tunjungan – Jalan Gubernur Suryo – Jalan Yos Sudarso – Jalan Jaksa Agung Suprapto dan di Taman Surya, akan mengalami penutupan. Selain itu, ia berharap kepada para warga Kota yang ingin ikut dalam iring-iringan pawai, diharapkan memakai pakaian perjuangan. “Sebagaimana hasil rapat pengamanan, jalan-jalan yang menjadi rute parade akan ditutup satu jam sebelum pelaksanaan, tepatnya sekitar pukul satu siang,” imbuh Wiwik. (mnhadi/cn02)












