Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi membenarkannya. Menurut Dedi, surat itu baru draf dan belum diberi stempel DPP.
“Betul itu (surat) dari DPP (Golkar) dan keburu ada yang membocorkan,” kata Dedi, Jumat (22/9/2017).
Ditanya soal sikapnya tentang surat tersebut, Dedi mempertanyakan keabsahannya. Dia mengatakan apa benar surat itu ditandatangani Ketua Umum Setyo Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham.
“Setahu saya ketua umum Pak Setya Novanto lagi sakit jantung, dirawat di rumah sakit. Masa iya sih orang yang dirawat baru operasi jantung masih sempat-sempatnya tanda tangan dan membahas pencalonan gubernur Jawa Barat dan wakil gubernur Jawa Barat, persoalan yang menyangkut hidup 46 juta penduduk Jawa Barat dan kelangsungan Partai Golkar Jawa Barat,” kata Dedi.











