“Hasil pameran sangat bagus, karena di Jatim sendiri sering dilaksanakan pameran baik oleh Pemprov Jatim maupun yang diselenggarakan PT Mediatama Binakreasi ini,” ungkapnya.
Selain pameran, lanjut Fatma, salah satu upaya yang terus dilakukan untuk mengembangkan UKM adalah rutin memberikan pelatihan dan pemberdayaan khusus bagi para perajin.
Hal ini dilakukan agar mutu dan kualitas produk yang dihasilkan jauh lebih baik. Seperti misalnya perajin bordir, walaupun saat ini banyak yang menggunakan teknologi mesin, akan tetapi produk handmade terus dicari karena punya seni tersendiri dan hasilnya sangat cantik.
“Kita harus sering melakukan pameran untuk menampilkan hasil handmade, bukan hasil mesin,” terang Ketua Pengprov Persatuan Wanita Olahrga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim ini.
Ditambahkannya, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Jatim sebanyak 6,8 juta, dimana sekitar 3 juta UMKM bergerak di sektor primer dan sisanya bergerak di berbagai sektor, antara lain industri makanan minuman, kerajinan, fesyen, dan lainnya. Produk industri kerajinan dan fesyen tersebut mempunyai daya saing yang cukup tinggi, bahkan beberapa diantaranya mampu menembus pasar luar negeri.












