Cak Nur merasa terkesan dengan kehadirannya di sana karena secara jelas dapat melihat dan mendengar keluhan masyarakat yang pada dasarnya berujung pada perlunya peningkatan kesejahteraan rakyat guna membawa Jatim menjadi lebih baik.
“Sulit bagi kita dapat melestarikan semua peninggalan sejarah dan budaya nenek moyang kita tanpa keterlibatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraannya, karena rakyat tidak akan berpartisipasi dalam pembangunan jika perutnya masih dalam kondisi lapar,” jelasnya.
Karena itulah perlu konsep pembangunan Jatim yang berkelanjutan ini dengan meletakkan masyarakat sebagai ujung tombak pembangunan. Dengan demikian, pembangunan Jatim kedepan akan menjadi lebih kuat.
Salah satu konsep pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan peninggalan bersejarah gunung Penanggungan ini, menurut Cak Nur adalah dengan menempatkan kawasan gunung Penanggungan ini sebagai kawasan Cagar budaya dan wisata edukasi (alam dan budaya) Jatim dengan menempatkan masyarakat sebagai ujung tombak pembangunannya.



