“Yang satu (Serambi Ampel) tempatnya masih belum selesai sedangkan di Kalimas ini merupakan jalan yang mati (sepi aktivitas) jadi kita menjadi dilema mau jualan seperti apa,” kata Fauzie yang merupakan pedagang yang dilrelokasi ke Kawasan Serambi Ampel ini.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Luthfiyah mengkritik keras sikap Pemkot yang tidak menjalankan resume rapat dengar pendapat yang di sepakati secara bersama dalam rapat dengar pendapat sebelumnya.
Politisi partai Gerindra tersebut bahkan menyinggung jika rapat dengar pendapat di Komisinya tersebut merupakan rapat lembaga DPRD yang resmi dan bukan rapat omong kosong.
“Intinya resume kita tidak dijalankan dan tidak ditindak lanjuti atau progresnya ndak ada. Resumenya itukan bukan memindah tempat tapi hanya meminta kelonggaran untuk tetap berjualan selama puasa dan setelah puasa mereka mau pindah sendiri. Cuma itu saja,” tuturnya.












