Dukungan Civitas Akademika:
Keberhasilan implementasi prosedur ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika. Dukungan dan partisipasi aktif dari mahasiswa, dosen, dan staf sangatlah penting dalam:
Sosialisasi dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu pelecehan seksual dan prosedur yang berlaku.
Pelaporan Kasus: Melaporkan kepada pihak berwenang jika mengetahui atau mengalami pelecehan seksual.
Penciptaan Budaya Anti-Pelecehan: Menolak dan menentang segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Penyusunan prosedur penanganan kasus pelecehan seksual menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya untuk menunjukkan komitmennya dalam memerangi pelecehan seksual. Dengan komitmen dan kerjasama semua pihak, mari ciptakan ruang belajar yang aman dan kondusif bagi generasi penerus bangsa.(*)












