Madiun, Cakrawalanews.co – Praktisi Pendidikan sekaligus Dosen FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Suko Widodo, mendorong sekolah tingkat SMA sederajat untuk memiliki informasi yang luas mengenai cara masuk perguruan tinggi negeri guna memudahkan siswa menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai dengan kemampuan mereka.
“Hasil pengamatan kami, ternyata banyak sekolah tingkat SMA/SMK yang memiliki informasi terbatas soal strategi masuk perguruan tinggi negeri atau PTN. Padahal untuk masuk perguruan tinggi negeri juga dibutuhkan pengetahuan tentang kondisi kampus, sehingga bisa mengukur kemampuan,” ujar Suko Widodo dalam kegiatan gelar wicara bertajuk Membangun Sekolah dan Masyarakat Satu Arah Untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Melalui Komunikasi Ramah di SMK Negeri 3 Kota Madiun pada hari Rabu, 8 April 2026.
Menurut Suko Widodo, perbedaan naungan kementerian antara jenjang SMA di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan pendidikan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) turut andil dalam minimnya pengetahuan sekolah terkait strategi masuk PTN.
Kondisi tersebut membuat Suko Widodo menilai perlunya keberadaan “jembatan” yang dapat menghubungkan titik antara jenjang SMA/SMK dengan perguruan tinggi.
“Salah satu caranya adalah dengan intensif melakukan sosialisasi dan pendekatan-pendekatan dengan kampus-kampus, seperti kegiatan ini misalnya yang juga merupakan bentuk kerja sama untuk menjaring siswa masuk PTN,” kata Suko Widodo.
Suko Widodo mencontohkan melalui gelar wicara hasil kerja sama Dindik Jawa Timur melalui Cabdindik Madiun-Ngawi dengan UNAIR tersebut, pihak sekolah mendapatkan pengetahuan bahwa UNAIR memiliki beragam jalur mandiri, termasuk jalur Golden Ticket bagi calon mahasiswa berprestasi luar biasa baik akademik maupun non-akademik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi perguruan tinggi yang menyediakan beragam jalur seleksi penerimaan karena hal tersebut dapat mengakomodasi berbagai latar belakang siswa dengan masing-masing kemampuan dan bakatnya.
“Tidak semua siswa memiliki nilai akademik yang kuat. Mungkin saja ada yang kuat di ekstrakurikuler, karena itu saya mengapresiasi perguruan tinggi yang membuka jalur tersebut untuk anak-anak kita,” kata Aries pada hari Rabu, 8 April 2026.
Kepala Cabdindik Wilayah Madiun-Ngawi, Lena, menambahkan bahwa pihaknya akan membentuk tim di tiap sekolah yang terdiri dari kepala sekolah dan guru BP/BK guna membantu siswa mengetahui jurusan yang dituju sesuai minat dan kemampuan.
“Kami juga melakukan parenting dengan orang tua siswa supaya analisis yang dilakukan antara minat, kemampuan, dan tantangan itu dipahami oleh masing-masing siswa. Sebab, terkadang itu siswa sulit untuk mengetahui keinginannya,” kata Lena.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan sertifikat jalur Golden Ticket masuk UNAIR kepada 17 siswa tingkat SMA/SMK berprestasi di wilayah Cabdindik Madiun-Ngawi untuk berbagai jurusan program studi.(wa/ar)













