
Jakarta, Cakrawalanews.co – Program pemerintah dalam memberikan bantuan kepemilikan rumah bagi masyarakat berjalan tidak efektif. Sebab, rumah subsidi pemerintah ternyata berkualitas rendah. Akibatnya masyarakat yang telah akad kredit rumah subsidi emoh menghuninya. Padahal, tujuan utama pembuatan rumah subsidi pemerintah ini agar dihuni oleh masyarakat.
Kenyataan ini diakui Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto. Menurutnya, dari hasil survei pemanfaatan rumah bantuan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), diketahui 30 persen rumah yang telah akad kredit tidak dihuni.












