Wisnu mengakui bahwa penerbangan ke timur yang melalui jalur Jawa selatan agak sedikit lebih jauh ketimbang melalui jalur di Jawa utara. Meski demikian, dia meyakini jalur udara baru itu akan banyak dipilih maskapai.
Hal itu dikarenakan trafik pergerakan pesawat di Jawa utara saat ini sudah padat, sehingga waktu alokasi terbang (slot time) untuk maskapai menjadi terbatas. Selain itu, peluang timbulnya keterlambatan penerbangan (delay) juga cukup tinggi.
“Saya kira maskapai memilih jalur penerbangan itu tidak hanya terkait jarak saja, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, misalnya dari sisi kelancaran, slot time, cuaca dan lain sebagainya,” ujarnya.



