Kesepuluh kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidavatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Joqjakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makasar, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Walisongo Semarang, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Universitas Negeri Surabaya.
Menurut Suyitno, tujuan dari program ini adalah memperluas akses bagi para guru madrasah dan calon pengawas madrasah untuk dapat mengikuti pendidikan pascasarjana. “Langkah ini dilakukan dalam upaya pemenuhan kualifikasi dan kompetensi akademik sebagai tenaga pengajar dan pengawas di madrasah,” ujarnya.
“Selain itu, meningkatkan mutu akademik para guru dan kinerja tenaga kependidikan (calon pengawas madrasah) dalam menjalankan tugas profesinya,” ujar Suyitno.
Kasubdit Bina Guru MA/MAK, selaku Leading Sektor program Beasiswa s2 GTK, Siti Sakdiyah menambahkan, sasaran program ini adalah guru PNS Kementerian Agama maupun Non PNS, guru tetap yayasan yang mengajar pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), dan calon pengawas madrasah semua jenjang.



