Dinsos Surabaya mencatat, data keluarga miskin (Gamis) penerima BLT Permakanan pada tahun 2024, mencapai 8.310 orang. Namun dalam penyaluran periode Januari 2024, jumlah KPM yang terkonfirmasi ada sebanyak 8.297 orang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Surabaya, Imam Mahmudi menjelaskan, bahwa perbedaan data jumlah KPM tersebut disebabkan karena beberapa hal. Di antaranya, meninggal dunia Kartu Keluarga (KK) tunggal dan pindah alamat ke luar Kota Surabaya.
“Jadi berkurang karena ada yang meninggal KK tunggal dan ada juga yang pindah luar Surabaya. Kalau sakit atau lansia tidak bisa berjalan, itu kita antarkan ke rumahnya,” kata Imam Mahmudi.



