Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Penataan UMKM Jembatan Suroboyo tak lagi maksimal, Jam jualan sering dilanggar

×

Penataan UMKM Jembatan Suroboyo tak lagi maksimal, Jam jualan sering dilanggar

Sebarkan artikel ini

“Jadi pulang tidak bawa uang, saking banyaknya PKL yang ikut berjualan,” keluh Yesi.

Selain itu menurut Yesi, tempat parkir kendaraan yang terlalu jauh, juga menjadi persoalan UMKM untuk mendapatkan omset. Kondisi ini berbeda dengan SIB di Taman Suroboyo.

Menanggapi keluhan tersebut Anas Karno meminta kepada para pihak berwenang, dan pemangku kepentingan, supaya melakukan penataan yang baik terhadap aktifitas UMKM binaan, dan PKL di Jembatan Suroboyo.

“Supaya keberadaan Jembatan Suroboyo yang juga didesign sebagai destinasi wisata, bisa dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat. Terutama warga Bulak,” jelasnya.

Lebih lanjut legislator Fraksi PDIP Surabaya tersebut, juga mendorong perhatian terhadap infrastruktur di kawasan Bulak, yang sudah menjadi kawasan wisata terintegrasi dengan baik. Ada THP Kenjeran, ada SIB, ada Taman Suroboyo, dan Jembatan Suroboyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *