“Maka dari itu, jaga nama baik Kota Surabaya dan Stadion GBT,” ujar tegas Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Untuk menciptakan rasa aman, pemkot juga memasang 123 CCTV dan 7 kamera 360 derajat di Stadion GBT. Selain itu, pemkot bersama FIFA menyiapkan 6 rute shuttle bus untuk penonton menuju ke Stadion GBT. Titiknya, ada di Balai Kota, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Ciputra World, Terminal Osowilangun, Terminal Benowo, dan tempat Pengujian Kendaraan Bermotor Tandes.
Sebelum pembukaan Piala Dunia U-17, Pemkot Surabaya juga menggelar serangkaian kegiatan promosi. Mulai dari coaching clinic, street soccer, lomba sepak bola antar kecamatan, eSport, hingga Trophy Experience Piala Dunia U-17.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, Piala Dunia U-17 tahun 2023 menjadi momentum tak terlupakan bagi seluruh warga Kota Surabaya. Melalui kegiatan-kegiatan itu, diharapkan dapat memberikan atmosfer dan inspirasi kepada semua pihak, terutama anak-anak muda di Kota Pahlawan.
“Kami harap seluruh warga Surabaya bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan arek-arek Suroboyo,” pungkasnya. (ADV)












