“Kalau banjir mulai dari mulut gang. Sepeda motor tidak berani masuk, karena pasti mogok. Sekarang kampung RT 03 seperti metropolisnya RW 04,” terangnya.
Menurut Widodo, sudah lama warganya berharap dilakukan pavingisasi. Setiap tahun usulan warga tersebut selalu disampaikan dalam setiap rapat ditingkat kecamatan.
“Dan baru pertama ini kami menggelar tasyakuran pavingisasi. Kita berharap supaya pembangunan infrastruktur kampung ini terus berkelanjutan,” imbuhnya.
Ketua LPMK Tenggilis Mejoyo Suyadi menambahkan, warga kampung RT 03 sudah menjadi langganan banjir sejak 15 tahun yang.
“Kalau parah biasanya air menggenang selama 2 hari, baru kemudian surut,” terangnya.












