Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya rutin gelar operasi pasar di 17 pasar tradisional 

×

Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya rutin gelar operasi pasar di 17 pasar tradisional 

Sebarkan artikel ini

Di samping itu, Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Sosial Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Ignatia Martha Hendrati mengaku, langkah-langkah yang dilakukan TPID Pemkot Surabaya sejauh ini menekan laju inflasi telah berjalan baik. Terlebih, saat ini beberapa pasar di Kota Surabaya telah difasilitasi monitor harga bapokting.

“Itu satu cara mengedukasi secara langsung kepada masyarakat dengan mereka membaca sebelum belanja. Misal, lihat harga cabai berapa, beras berapa, seperti itu,” kata Ignatia.

Ia menyarankan, edukasi mengenai harga bapokting kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi oleh TPID Pemkot Surabaya. Yakni dengan metode Moral Suasion, atau memberikan informasi tentang ketersediaan stok bapokting agar tidak terjadi panic buying di tengah masyarakat.

“Melalui moral suasion, akan tahu kecukupan bapokting selama setahun. Jadi mereka akan tahu barang yang dibutuhkan sehari-hari itu tersedia di Kota Surabaya. Hal itu bisa dilihat dari Indeks Kecukupan Pangan (IKP), sehingga masyarakat paham bahwa mereka tidak perlu panic buying atau menimbun bahan kebutuhan pokok,” paparnya.

Ia menambahkan, metode moral suasion itu nantinya bisa diumumkan melalui layar monitor yang ada di setiap pasar di Kota Surabaya. “Selain harga, juga ada kecukupan pangan, itu tidak kalah penting dengan informasi harga bapokting,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *