Sebelumnya, para penerima Beasiswa Pemuda Tangguh telah melakukan pendaftaran melalui website besmart.surabaya.go.id dengan melampirkan beberapa persyaratan. Syarat utama pendaftar adalah ber-KTP Surabaya, mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), dan tidak mendapatkan beasiswa dari instansi lain. Sebab, pemberian beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi.
“Syarat utamanya adalah ber-KTP Surabaya, kami mengutamakan bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Selanjutnya memiliki prestasi akademik, baik melalui pendaftaran SNMPTN, SBMPTN, serta jalur prestasi lainnya,” ujar dia.
Wiwiek menerangkan, sementara ini penerima Beasiswa Tangguh adalah mahasiswa aktif PTN. Hal ini dikarenakan semua PTN se-Surabaya, termasuk beberapa PTN di luar Kota Pahlawan telah melakukan MoU kerjasama dengan Pemkot Surabaya. Seperti, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Trunojoyo Madura, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sedangkan beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) baru mengajukan proses MoU kerjasama dengan Pemkot Surabaya.
“Karena sesuai Perwali, semuanya baik PTN dan PTS harus melalui MoU kerjasama. Kalau PTN se-Surabaya, Insya Allah semua PTN sudah ber-MoU. Termasuk yang ada di luar Surabaya, selama mahasiswa tersebut ber-KTP Surabaya dan sedang menempuh perkuliahan di sana,” terangnya.












