Kucing Condromowo, lanjut Rachmi, diyakini memiliki keistimewaan dibandingankan dengan kucing lainnya. Mulai dari tatapan matanya yang tajam diyakini bisa membuat mangsa atau musuhnya menjadi ketakutan. Saat seekor Kucing Condromowo lahir maka induknya akan membunuhnya jika bayi kucing tidak segera diselamatkan.
Selain itu, nama Condromowo juga pernah dipergunakan sebagai nama Batalyon pejuang pada masa kemerdekaan di Mojokerto. Dalam catatan sejarah, Mayor Moenasir membentuk kesatuan setingkat batalyon denga nama Batalyon Condromowo. “Salah seorang tokohnya adalah KH Achyat Chamimy yang menjadi komandan Kompi IV Bn 42 Condromowo. Bn 42 Condromowo terlibat dalam banyak pertempuran, termasuk pertempuran besar di wilayah Mojokerto Selatan,” tambah Rachmi.
Dengan pengambilan maskot ini, ia berharap, dapat menjadi penyemangat dan membangkitkan keberanian para atlet untuk bertanding dalam Porprov VIII Jatim 2023 nanti.












