“Dalam suasana melambatnya perkembangan perekonomian, di tempat inilah terlihat optimisme para pelaku usaha untuk menyongsong perkembangan ekonomi yang lebih baik,” jelasnya lebih lanjut.
Adapun transaksi dan jumlah pengunjung Jatim Fair dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 adalah sebagai berikut : tahun 2012 sebesar Rp. 45,3 miliar dengan jumlah pengunjung 181.393 orang, Tahun 2013 jumlah transaksi Rp. 49,2 miliar dengan jumlah pengunjung 192.916 orang, tahun 2014 sebesar Rp. 52,8 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 198.607 orang.
Sedangkan Jatim Fair tahun 2015 diikuti 335 peserta dengan jumlah stand sebanyak 555 stand menempati areal seluas 15.000 m2. Sampai dengan hari penutupan, tepatnya tanggal 18 Oktober 2015 pukul 18.00, telah terjadi transaksi sebesar Rp. 54,3 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 199.670 orang, dan diharapkan sampai dengan pukul 22.00 jumlah pengunjung akan mencapai 200.000 orang.
Kenaikan transaksi Jatim Fair di tahun 2015 tidak terlalu besar, disebabkan beberapa hal. Yaitu tidak diikuti sektor otomotif dan properti yang biasanya meraih nilai transaksi yang cukup besar. Disamping itu, peserta yang mengikuti lebih banyak menampilkan sektor info-info layanan publik dan info pemerintah, tanpa transaksi.
Dan penyebab lainnya, Biro Administrasi Perekonomian Prov. Jatim yang menyewa 44 booth/stand diisi oleh perusahaan infrastruktur, industri manufaktur dan IKM berorientasi ekspor yang bersifat display promo atau tidak menjual, termasuk warung kopi.












