Hal ini diamini oleh Dr. Retno yang berpandangan bahwa Surabaya tidak bisa lepas dari air dan kemaritiman. Oleh karenanya, daerah seperti Bulak menjadi penting.
“Bahkan simbol Kota Surabaya yakni Sura dan Baya, keduanya adalah hewan air. Maka harus disadari bahwa peradaban Surabaya adalah peradaban waterfront yang bermuara pada penghargaan atas air dan laut sebagai sumber kehidupan.” Tuturnya.
Para peserta pun antusias mendengarkan hingga tuntas. Secara bergantian mereka mengungkapkan pandangan dan tanggapan.
Antara lain dari Ketua Umum PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya M. Husaini, perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aulia Thaariq, dan perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).



