“Posko Ganjar Presiden ini menandai kehadiran kader-kader PDI Perjuangan di tengah warga masyarakat, yang tidak pernah berhenti bergerak,” kata Jupri.
Budi Leksono mengingatkan, posko itu menjadi tempat berkumpul dan menguatkan konsolidasi antara kader banteng dengan warga masyarakat.
“Saya juga perlu sampaikan, aspirasi warga masyarakat yang menginginkan diberi program kursus bahasa asing agar anak-anak muda terampil menjadi guide wisatawan asing yang berkunjung ke Kampung Soekarno,” kata Budi Leksono, yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Adi Sutarwijono akan menindaklanjuti usulan dari warga masyarakat itu. “Nanti kita perjuangkan di kantor DPRD dan ranah kebijakan pemerintahan,” kata Adi.
Ia memastikan, keberadaan posko-posko Ganjar Presiden yang semakin menjamur di Kota Surabaya harus berfungsi untuk menjamur aspirasi warga masyarakat.



