Sutopo menjelaskan, bendungan alam tersebut bisa saja jebol sewaktu-waktu apabila sudah tak kuat menahan beban volume air.
“Bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga berpotensi mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir,” jelas Sutopo.
“BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bahaya lahar hujan/banjir bandang ini kepada penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus,” imbuhnya.
Sutopo sebelumnya menjelaskan, aktivitas lontaran abu tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.












