Pada pelaksanaannya, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberi komentar agar memaksimalkan tenaga dan sarana SDM yang tersedia untuk melakukan input data pengalihan dari APBN ke APBD.
“Saya sudah kontak asisten di bidang kesra. Saya turut mengapresiasi gerak Pemkot, cuman karena ini bisa jadi datanya banyak tolong ditambah tenaga untuk input ke edabu, BPJS Surabaya mohon juga proaktif koordinasi dengan pemkot” jelasnya.
“Yang penting adalah warga tetap terlayani di faskes manapun,” tekannya.
Lebih lanjut, alumnus magister PSDM UNAIR itu juga menghimbau kepada warga agar tetap tenang dan tidak khawatir dengan tanggungan biaya.
Saat ini, tambah Reni, Kota Surabaya telah memiliki program jaminan kesehatan semesta atau Jamkesmas yang membantu siapapun warga Kota Surabaya mendapat akses pembiayaan berobat gratis melalui layanan kesehatan kelas tiga.












