Bendahara DPD Demokrat Jatim itu menuturkan, keberadaan bus Transjatim sangat membantu pekerja dari Sidoarjo dan Gresik yang mencari nafkah di Surabaya. Dengan penambahan itu, akan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa memanfaatkan fasilitas Transjatim terutama dari warga kelas menengah kebawah, yang penghasilannya pas-pasan.
“Tarif Transjatim ini kan murah. Warga bisa menghemat pengeluaran dan mereka tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga kemacetan bisa ditekan,” tambah anggota DPRD Jatim dari Dapil Bondowoso-Situbondo-Banyuwangi itu.
Sementara Anggota Komisi D DPRD Jatim, Nur Aziz mengatakan, fasilitas di Stasiun Gubeng sangat membantu penumpang. Fasilitas di Stasiun Gubeng layaknya di Bandara Juanda. Dimana ada Face Recognition Boarding, dan tempat periksa kesehatan. “Ini perlu ditingkatkan. Kemudian ketepatan keberangkatan kereta api. Syarat keamanan naik kereta api terpenuhi,” ujarnya.
Sementara Executive Vice President PT KAI Daop VIII, Fredi Firmansyah mengaku arus mudik kali ada trend peningkatan jumlah penumpang. Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada 20 April 2023 atau H-1.
Untuk antisipasi Covid-19 varian omicron dan acturus, PT KAI khususnya daop VIII memperketat pelaksanaan prokes baik di stasiun maupun dalam kereta api. Dalam kereta api petugas akan mengawasi penumpang agar selalu memakai masker dan menerapkan prokes. “Setiap saat petugas memperingatkan agar selalu menerapkan prokes. Jika ada penumpang yang gejala seperti Covid-19, ada penanganan kedaruratan sebelum dirujuk,”pungkasnya.












