Dalam kesempatan itu, alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Unair Surabaya itu meminta agar petugas kesehatan di stasiun tersebut berjaga secara penuh. Petugas juga harus menyediakan obat dan menyiapkan rujukan, jika ada penumpang sakit berat dan membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Ditambahkan dia, pihak pengelola harus menambahkan alat emergency kit yang dioperasikan oleh paramedis terlatih. Sehingga ada penanganan kegawatdaruratan sebelum dirujuk, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dialami pasien.
Disisi lain, Agung Mulyono juga memuji sejumlah fasilitas yang tersedia di stasiun Gubeng seperti face recognise, penyediaan air minum gratis dan tempat baca anak. Fasilitas itu dinilai cukup bagus dan membantu meningkatkan kenyamanan penumpang kereta api saat mudik lebaran 2023 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Agung Mulyono mengapresiasi kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menambah 10 armada Bus Transjatim untuk koridor I rute perjalanan Sidoarjo – Surabaya – Gresik.
Kebijakan itu dirasa sangat tepat, karena pengguna transportasi penghubung dari Surabaya ke Gresik dan Sidoarjo itu sangat tinggi sehingga akan memperpendek waktu tunggu para penumpang. “Saya mengapresiasi kebijakan ini karena sangat membantu masyarakat. Penumpang tidak perlu lama mengantre karena armada diperbanyak jadi jarak tunggunya bisa diperpendek,”katanya












