Karena itu, Sadad menegaskan, bahwa
PMII sebagai gerakan tak pernah berhenti dan menyerah pada kekuasaan. Hal itu telah dibuktikan dalam sejarah dari masa ke masa.
“Saya merasa beruntung ‘dibesarkan’ di rumah PMII. Rumah yang menginspirasi saya untuk selalu ‘bergerak’. Rumah yang mengajari saya untuk selalu kritis. Rumah tempat saya menghirup spirit keislaman dan keindonesiaan dalam satu tarikan nafas. Dirgahayu ke-63 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” pungkasnya.



