Ketua DPD Gerindra Jawa Timur itu mengatakan, kader PMII akan selalu kritis untuk aktif menjalankan fungsi kontrol terhadap lembaga kekuasaan.
“Membangun kritisisme adalah kode genetika kader PMII. Karena tempat terbaik bagi seorang aktivis adalah di lapangan, tempat semua keresahan dan penderitaan rakyat ditemukan, untuk dicarikan solusinya,” tambahnya.
Anggota DPRD Jatim dari Dapil Pasuruan itu menandaakan, kekuasaan hakekatnya hanyalah alat untuk mengagagas, menemukan, mengeksekusi tindakan yang solutif. “Kekuasaan yang tidak memberikan solusi, bahkan menjadi problem, menandakan ia sedang macet,” jelasnya.



