“Karena kegiatan usaha ikut mendorong pergerakan ekonomi di Surabaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Richard salah satu pemilik Chug Bar mengatakan, pihaknya siap memperbaiki sistem peredaman suara musik agar tidak menganggu warga.
“Kita siap berbenah terus, tapi setiap orang kan masih ada saja yang belum puas. Kita siap untuk mendengar keluhan warga,” terangnya.
Disinggung terkait peristiwa tawuran, Richard menegaskan bahwa pihaknya sudah menerapkan pola pengamanan.
“Peristiwa terakhir kemarin itu sudah jauh dari lokasi Chug Bar. Dan pegawai Chug Bar yang terlibat tawuran dengan pemuda kampung sudah kami pecat,” pungkasnya.












