AdvertorialCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Transportasi Umum di Surabaya Kian Lengkap dengan 52 Angkutan Feeder

×

Transportasi Umum di Surabaya Kian Lengkap dengan 52 Angkutan Feeder

Sebarkan artikel ini
Armada Feeder bernama Wirawiri milik pemkot Surabaya yang telah beroperasi
Armada Feeder bernama Wirawiri milik pemkot Surabaya yang telah beroperasi

Layanan transportasi umum di Kota Surabaya kian lengkap dan terintegrasi dengan adanya 52 angkutan feeder atau angkutan pengumpang Wirawiri Suroboyo. Transportasi umum ini menjadi pelengkap rute Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo. Angkutan ini diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Kamis (2/3/2023), dan resmi beroperasi keesokan harinya, Jumat (3/3/2023).

52 angkutan feeder itu terdiri dari 14 Toyota Hiace berkapasitas 14 penumpang dan 38 Daihatsu Gran Max berkapasitas 10 penumpang. Angkutan baru ini melayani naik-turun penumpang di 315 halte atau bus stop yang ada di lima trayek. Adapun rute 52 angkutan feeder itu adalah FD01 Terminal Benowo-Tunjungan sebanyak 14 unit, FD02 Park and Ride Mayjend Sungkono-Embong Wungu sebanyak 9 unit, FD03 Terminal Intermoda Joyoboyo-Kedung Asem sebanyak 10 unit, FD04 Penjaringan Sari-Gunung Anyar sebanyak 10 unit, dan FD05 Puspa Raya-HR Muhammad sebanyak 9 unit.

“Alhamdulilah feeder Kota Surabaya yang diprakarsai oleh Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya untuk mengurangi kemacetan, akhirnya bisa terwujud dan bisa melayani di 5 rute, dan inisudah lama kami bahas. Nanti insyaallah akan kami tambah lagi menjadi 7 rute,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seusai meresmikan feeder tersebut.

Wali Kota Surabaya saat peluncuran Feeder
Wali Kota Surabaya saat peluncuran Feeder

Meski begitu, iamengakuibahwapenambahanduaruteitumasihdalamtahapkajianantarapihakDishub Surabaya dengan Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya. Sebab, ada beberapa hal yang harus dihitun ulang, termasuk daerah-daerahnya dan jumlah orangnya. “Alhamdulillah kita punya komisi C dan pimpinan DPRD Surabaya yang hebat-hebat, dan kita punya tujuan yang sama untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Surabaya ini,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Eri, feeder yang sudah mulai beroperasi itu jarak antara angkutan feeder rata-rata 10-15 menit. Makanya, ia memastikan jajaran pemkot terus menggencarkan sosialisasi angkutan feeder itu. Bahkan, demi mensukseskan sosialisasi tersebut, layanan angkutan feeder akan digratiskan selama satu pekan terhitung mulai dioperasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *