“Contohnya cabai, dalam satu tahun butuh 1000 ton, maka saya bisa bilang ke kabupaten/kota penghasil cabai, untuk menyiapkan cabai 1.000 ton dalam satu tahun. Atau sebulannya butuh 1-100 ton gitu, maka kabupaten/kota itu akan menyiapkan 1-100 ton tadi,” jelas Wali Kota Eri.
Dengan cara itu, lanjut Wali Kota Eri, secara otomatis kabupaten/kota yang bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, akan menyiapkan kebutuhan pokok selama sebulan atau setahun pertama. Sehingga ketika di bulan Mei misalnya ada kenaikan harga, itu tidak berpengaruh ke harga.
“Maka dari itu, saya minta untuk menyiapkan neraca komoditi. Langkah itu yang akan kita lakukan dan sudah kita hitung jangka panjang,” ujarnya.
Kemudian jangka pendek mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang ramadan yang kedua, adalah memperkuat Pasar Induk. Dengan pasar induk, maka inflasi dapat dicegah. Karena seluruh pedagang di Surabaya diminta untuk kulak bahan kebutuhan pokok di pasar induk.



