Sementara itu, Sri Untari mengakui banyak diminta konstitennya maju dalam Pilkada Kota Malang. Bahkan, orang nomor satu di Fraksi PDIP DPRD Jatim itu secara informal pernah diminta Mochammad Anton, Wali Kota Malang saat ini, untuk menjadi wakilnya pada pilkada tahun depan.
Namun Untari mengaku kalau boleh memilih, dirinya lebih memilih tetap di parlemen sambil membesarkan partai. Aktivis koperasi wanita berprestasi ini merasa lebih tertantang menangani Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten dan kota, dari pada hanya satu Kota Malang. Terlebih, dirinya juga punya tanggungjawab besar sebagai Sekretaris DPD PDIP Jatim.
“Abah Anton pernah minta saya jadi wakilnya di pilkada 2018. Dorongan dari masyarakat juga banyak agar saya ikut Pilkada Kota Malang. Di berbagai survei nama saya pun masuk, padahal saya tidak pernah sosialisasi sebagai calon kepala daerah. Tapi saya lebih sreg tetap di DPRD Jatim,” imbuh Untari.(idi)












