Menurut Anas, harus diakui para pelaku UMKM lokal kesulitan memperoleh tempat berjualan yang cocok, supaya produknya bisa diserap maksimal oleh pasar.
“Kalau dengan cara ini pengunjung cafe bisa ngopi, sambil menikmati jajanan kuliner lokal Surabaya,” terangnya.
Oleh karena itu, Anas mendorong Dinas Koperasi dan UMKM kota Surabaya berkomunikasi dengan para pengusaha cafe, untuk mengadopsi cara ini. Supaya bisa di terapkan disetiap kelurahan.
“Ini bisa menjadi trigger. Kalau disetiap Kelurahan ada pengusaha cafe melakukan terobosan ini, maka bisa menumbuhkan UMKM di Surabaya. Dan ini juga harus di support oleh Dinas Koperasi dan UMKM model seperti ini. Yang ujungnya untuk pertumbuhan perekonomian Surabaya,” jelasnya.
Sementara itu, Sendi pemilik Kopisae mengatakan, kolaborasi antara pihaknya dengan UMKM lokal terinspirasi dari bertahannya pelaku UMKM lokal dimasa pandemi. Namun baru sekarang terealisasi












