Wali Kota Eri Cahyadi yakin, ketika anak-anak ditanamkan pendidikan agama di dalam dirinya. Maka akan di kemudian hari akan menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Selain berakhlak, anak-anak akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia.
“Saya titipkan kepada guru TPQ, agama, Islam, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Protestan semuanya. Saya yakin, ketika itu (pelajaran agama) ditanamkan di jiwanya anak-anak, ketika dewasa kelak akan menjadi pribadi yang berakhlak. Apapun agamanya itu,” ujar Eri.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari wujud Surabaya kota toleransi. Karena di dalam acara tidak hanya diikuti oleh guru agama Islam, akan tetapi juga menghadirkan tenaga pendidik Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.
“Karena kekuatan kita adalah kekuatan toleransi, bagaimana membangun Surabaya dengan kekuatan agama. Agama apapun itu, maka ke depannya akan saling menguatkan satu sama lain,” tambahnya.












