Oleh sebabnya, Sukarji mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi. Sebab, kini dia tak lagi harus berdesakan untuk antre mendapatkan pelayanan. Dan yang membuatnya takjub lagi adalah antrean pengambilan obat di bagian farmasi juga lebih cepat sekarang.
“Terima kasih kepada pak wali, sekarang antre tidak uyel-uyelan (berdesakan). Biasanya dulu uyel-uyelan (berdesakan) di depan, berdiri lama. Sekarang enak, pelayanannya sudah cepat, tidak lama seperti dulu,” ucapnya.
Tak hanya Sukarji yang mengakui perubahan pelayanan pada RSUD dr Soewandhie Surabaya. Irianto (61), warga Sidoyoso II, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto Surabaya, juga merasakan hal yang sama.
“Kalau dulu saya datang pagi, sampai pukul 15.00 WIB, baru dapat obat. Alhamdulillah (sekarang) sudah cepat. Pukul 09.30 WIB, sudah dapat obat,” ungkap Irianto.
Irianto bersyukur, sekarang ini dia tak lagi seharian harus berada di rumah sakit hanya sekadar untuk mengambil obat pada bagian farmasi. Dengan model pelayanan yang tersistem, Irianto pun mendapatkan kepastian berapa lama berada di sana.
“Sekarang Alhamdulillah cepat. Terima kasih banyak untuk Pak Wali Kota Surabaya,” tuturnya.
Adapula Solikhah (56), warga Nganglik III, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Surabaya, yang juga mengakui adanya perubahan pelayanan pada RSUD dr Soewandhie. Ia menyebutkan, jika perubahan pelayanan terjadi terutama dari segi antrean pengambilan obat pada bagian farmasi.












