“Untuk itu kami tetap menerapkan program lima pilar yang sudah ada untuk memantau kondisi atlet secara rutin. Ada juga mungkin mendatangkan pelatih asing. Termasuk akan program try out dalam maupun luar negeri karena ini untuk mengukur kekuatan,” ujarnya.
Nabil menambahkan di Puslatda Jatim 100/V ini dihuni 751 atlet dan 200 pelatih. Namun, jumlah tersebut belum fix karena nantinya ada promosi degradasi dan ada juga cabang olahraga yang masuk program pembinaan khusus, artinya mereka juga dibiayai KONI Jatim tapi tidak seperti Puslatda. Nantinya kalau pada Kejurnas/Pra PON mereka mendapat medali emas, maka mereka baru masuk program Puslatda.
“Jadi jumlah 751 atlet itu, nantinya masih bisa bertambah lagi, tergantung hasil mereka di kejurnas dan Pra PON,” pungkas Nabil.












